(13/06/2026) – Bandung — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), Prof. Dr. Ir. Hamdani, S.T., M.Cs., menghadiri Rapat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang berlangsung pada 13–15 Juni 2026 di Smart Building, Auditorium Lantai 17 Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Jalan Dipatiukur No. 112–116, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda APTISI dalam rangka persiapan pembukaan Sekolah Pimpinan Perguruan Tinggi serta penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-1 APTISI, yang diikuti oleh para pimpinan perguruan tinggi swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara secara resmi dibuka melalui sambutan Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. M. Budi Djatmiko, yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi swasta dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.

Selanjutnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, memberikan arahan strategis terkait penguatan mutu pendidikan tinggi nasional. Dalam arahannya, Menteri menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital, penguatan riset, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing global.
Dalam forum tersebut, para peserta turut membahas sejumlah isu strategis terkait penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan mutu pendidikan tinggi swasta, serta percepatan transformasi digital di lingkungan kampus.
Selain sebagai Rektor UNU Kaltim, Prof. Hamdani juga aktif sebagai Pengurus Pusat APTISI pada Divisi Pengembangan Program Jaringan (PPJ) dan Digital Kampus, yang berperan dalam mendorong penguatan kolaborasi dan digitalisasi perguruan tinggi di Indonesia.

Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kontribusi UNU Kaltim dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi nasional, khususnya dalam memperkuat ekosistem kampus berbasis digital dan inovasi.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antarperguruan tinggi swasta dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital.



