Jl. Apt. Pranoto, Sungai Keledang, Samarinda, Kalimantan Timur

Beranda / Berita / Detail

UNU Kaltim Dorong Inovasi Literasi dan Ekoliterasi Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Dayak

,

Samarinda, 26 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Lamin Adat Pemung Tawai, Desa Budaya Pampang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, ekoliterasi, kearifan lokal Dayak, dan teknologi edukasi digital.

FGD tersebut mengangkat pengembangan penelitian berjudul “Model Konseptual Integrasi Literasi Bahasa dan Ekoliterasi Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Dayak melalui Teknologi Edukasi Digital”. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Kartika Fajriani, S.Pd.I., M.Pd., dengan anggota Dr. Heppy Liana Perangin-angin, S.E., M.Pd., dan Kusnadi, S.Pd., M.Pd.

Melalui kegiatan ini, UNU Kaltim memperkenalkan sebuah permainan literasi ekologi Dayak berbasis digital yang dirancang sebagai media edukasi bagi anak usia dini. Model tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang tidak hanya memperkuat kemampuan literasi bahasa, tetapi juga mengenalkan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal Dayak sejak usia dini.

Dokumentasi Foto. Sumber: Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Lamin Adat Pemung Tawai di Desa Budaya Pampang serta Prof. Dr. Hasbi Shamsir, M.Hum. dari Universitas Mulawarman. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memperoleh perspektif dan masukan dalam pengembangan model pembelajaran agar semakin relevan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dokumentasi Foto. Sumber: Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Dalam diskusi, para guru yang hadir turut mencoba dan memberikan respons terhadap konsep permainan edukasi yang dikembangkan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif para peserta dalam memberikan tanggapan dan masukan terhadap media pembelajaran tersebut.

Salah seorang guru bahkan menyampaikan antusiasmenya secara spontan, “Jangan anak senang, saya yang guru aja senang mainnya. Pokoknya seru!”

Dokumentasi Foto. Sumber: Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Melalui FGD ini, UNU Kaltim berharap model konseptual yang dikembangkan dapat terus dinilai, dievaluasi, dan disempurnakan melalui masukan dari para pendidik serta masyarakat setempat. Ke depan, model tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru-guru PAUD sebagai media pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan dekat dengan lingkungan serta budaya anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNU Kaltim dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang menghubungkan teknologi dengan kearifan lokal. Melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pendidik, dan masyarakat, UNU Kaltim terus mendorong lahirnya model pembelajaran yang relevan dan berdampak bagi pendidikan anak usia dini di Kalimantan Timur.

Dokumentasi Foto. Sumber: Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur

Dokumentasi Foto. Sumber: Humas Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur